Tampilkan postingan dengan label mikrotik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mikrotik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Oktober 2015

Routing Protocol OSPF ini sebetulnya materinya sangat banyak dan cukup rumit perhitungannya :D
ane coba ambil garis secara besarnya saja yak,
ane cuma berbekal training di IDN dan self study di rumah dari tahun 2012,
ospf di cisco, mikrotik dan vondor lainnya penerapannya sama, cuma konfigurasi saja yang membedakannya. hehhheh simpel amat yak :v

OSPF singkatan dari Open Shortest Path First menggunakan linkstate protocol jadi masuk katagori Interior gateway protocol, mempunyai path ke tujuan atau neighbor menggunakan algoritma Djikstra, jadi untuk mencari jalur terbaik (best path) menggunakan perhitungan cost (10^8/bandwitdh).
ospf juga menggunakan LSA = Link State Advertisement, nah ini banyak lagi pembahasannya, lain Kali ane bahas secara menyeluruh deh kalo udah ambil CCNP atau JNCIP, hehhehe kadang masih berbelit ngejelasin masalah ini.

Intinya OSPF kudu punya area masing2 berdasarkan posisinya dalam sebuah area, karena jika 100 router dalam 1 area sangat tidak efektif dan memakan resource yang besar, karena router2 nantinya akan menerima update, table routing dan managemen akan makin rumit. satu area ospf maksimal berapa router ane lupa juga yang ini. hehehe pastinya ada berapa router maksimum dalam satu area, nanti kalo inget ane update. hehhe

gambar tersebut juga jadi alasan kenapa router ospf di pisahkan oleh berbagai area, nah ini berkaitan dengan LSA tadi.
berikut penjelasannya berbagai area :
- ada Backbone area yaitu area yang berada di tengah2 yang menghubungkan area2 di sekitarnya, biasanya di tandai area 0.
- ada juga Internal area yaitu area2 yang berada dalam satu area yang sama, router2 yang berada dalam area yang sama mengganggap mereka adalah internal router jadi fungsinya hanya memberikan dan menerima informasi di area tersebut.
-  ada ABR atau Area Border Router yaitu router penghubung atau perbatasan antara area2 yang lain., maka tugasnya hanya melakukan penyatuan antara area 0 dan area lainnya.
- Autonomus System Borderry Router (ASBR) nah yang ini sebenarnya berada paling luar dari sisi ospf atau mereka di sebut external router. namun ASBR kumpulan router yang masih dalam hak administrasi, satu kepemilikan, satu kepentingan dan di konfigurasi dengan policy yang sama (AS).

ada juga jenis2 OSPF area lainnya,
area backbone, standar area yaitu area selain backbone atau area 0.
kaya stub area, nah stub area adalah area yang berada pada jaringan paling akhir atau ujung yang tidak memiliki cabang lain, atau ane sebutnya gang buntu :D
totally stub area hampir sama dengan stub area cuma areanya lebih di perketat lagi perbatasannya. area tersebut tidak menerima informasi routing apapun di jaringan lain selain jaringannya sendiri
ada lagi Not So Stubby Area (NSSA) berbeda dengan stub area lainnya routing tersebut masih mendapatkan informasi routing namun tidak semuanya, nah gunanya area tersebut jika ada protocol selain OSPF, misal EIGRP maka jika kita konfigurasi OSPF biasa router tidak akan menerima informasi routing EIGRP, maka konfigurasikan dengan menggunakan NSSA ini.




sedikit mau cerita hal menarik tentang ospf ini, temen ane waktu interview kerjaan ditanya soal begini










bisa ga area  ospf kita routing tidak menggunakan area 0 untuk menghubungkan antara area 1 dan 3?


nah jadi PR yak :p


Kamis, 26 Juni 2014

Virtual Private Network (VPN) merupakan teknik yang dapat menghubungkan beberapa jaringan lokal melalui jaringan publik (internet) dengan membuat tunneling, nah kita sudah mencoba membuat simulasi jaringan tunneling dengan menggunakan EoIP.

salah satu protocol dengan yang digunakan untuk membangun VPN adalah point to point tunneling protocol (PPTP), VPN ini juga dapat digunakan dengan dua cara :
1. remote site, yaitu dari satu Server VPN dan beberapa VPN client, VPN client akan terhubung dengan server dengan menggunakan login username dan password.
2. site to site, yaitu topologi yang terdiri dari beberapa VPN server yang saling terhubung, atau biasa disebut dengan VPN gateway

nah sekarang kita akan mencoba membuat konfigurasi VPN secara remote site,
kalo di lihat dari topologinya remote site lebih dapat membantu memudahkan kita secara mobilitas, karena kita dapat meremote dengan sebuah laptop













anda tinggal konfigurasi IP address yang ada pada router dari sisi internet, ether1 202.10.10.1/30 dan ether2 60.10.10.1/30
setelah itu konfigurasi router mikrotik yang akan di jadikan VPN Server.
IP address, Default gateway, DNS, dan NAT, agar komputer client dapat mengakses internet




lalu kita akan konfigurasi PPTP pada router tersebut,
pertama kita harus membuat username yang nantinya akan digunakan oleh client.
perintahnya adalah




berikutnya anda harus mengaktifkan PPTP server, perintahnya adalah sebagai berikut







lalu konfigurasi ARP pada interface ether2, sehingga nantinya komputer client (remote user) dapat melakukan ping kepada komputer jaringan lokal.






setelah itu konfigurasi PPTP pada windows xp, maupun windows 7.
pada kasus ini aku menggunakan windows xp yang ada pada virtualbox

1. buka control panel, pilih network and sharing center
2. setup a new connection or network, connection to a workplace, next, next














3.masukan IP address dengan ip address ether1 yang ada pada router gateway yaitu 202.10.10.2, next








4. hingga tampil seperti, masukan username dan passwordnya, lalu connectin














silahkan lakukan test ping. apakah client bisa ping ke router mikrotik dan client lokalnya
untuk melakukan monitoring pada VPN bisa menggunakan perintah berikut











sekian mungkin segitu dulu yang bisa aku share kesini, nanti di lanjut lagi :)

Sabtu, 14 Juni 2014

EoIP kesingkatan dari Ethernet Over IP, EoIP ini merupakan mode bridge yang diterapkan pada jaringan lokal yang terpisah dengan internet. contohnya jaringan lokal yang terpisah jaringan.
misalnya ketika kita memiliki sebuah kantor pusat dan network lain di kantor cabang menjadi satu segmen jaringan. nah untuk menggunakan jaringan bridge yang terpisah oleh internet maka kita dapat menggunakan fitur EoIP yang di miliki router ada juga fitur selain EoIP yaitu tunnel IPIP. 
owh ya,konsep EoIP ini sama halnya dengan kita menerapkan konsep VPN nah untuk VPN sendiri akan coba saya jelaskan dilain kesempatan.

nah EoIP ini nantinya akan membuat tunnel atau terowongan yang nantinya akan melewati jaringan internet untuk menghubungkan beberapa router, tunnel ini juga bisa di terapkan dengan jaringan lokal (private).
oke, kita bisa langsung mensimulasikan penerapan jaringan EoIP tersebut dengan menggunakan Emulator GNS3, jika belum paham cara installasi Mikrotik pada gns3 bisa buka postingan saya yang lalu.

mari kita praktekan dan buat topologinya seperti berikut
untuk mensimulasi jaringan terluar/Internet anda bisa menggunakan 1 buah router yang di ubah menjadi simbol cloud,
lalu anda tinggal mengkonfigurasi IP address router Internet anggaplah Ip address yang ini di berikan oleh ISP :D
oke selanjutnya anda tinggal konfigurasi IP address, DNS server dan NAT ether1 yang mengarah ke ISP dan ether2 yang mengarah kejaringan lokalnya. jangan lupa juga konfigurasi DNS server dan NAT
saya asumsikan bahwa semuanya sudah bisa konfigurasi IP address, dan Default route maupun Firewall NAT

selanjutnya kita akan konfigurasi interface EoIP, perlu diperhatikan pada router HeadOffice harus memiliki parameter remote address yang merupakan IP address dari Router Branch1 (202.10.10.2), demikian pula sebaliknya Branch1 harus memiliki parameter remote address IP dari router HeadOffice (10.10.10.2). selain itu juga parameter tunnel-id pada interface EoIP harus sama yang lainnya.
kalau sudah paham mari kita konfigurasikan interface EoIPnya :

langkah selanjutnya kita akan membuat interface bridge dan kemudian memasukan interface EoIP dan ether2 pada masing-masing router kedalam interface bridge. berikut konfigurasi bridge
nah pada tahap ini, seharusnya kedua jaringan 192.168.10.0/24 sudah berada satu segmen dan dapat berkomunikasi langsung. pengujian dapat dilakukan dengan mengeping dari komputer 192.168.10.3 terhadap 192.168.10.4

sekian, terimakasih semoga ini dapat bermanfaat

Selasa, 04 Februari 2014

OSPF (Open Shortest Path First) merupakan bagian dari routing protocol link state dan karena ini bersifat open yang artinya setiap router-router yang berbeda saling terhubung dalam satu autonomous system (AS) atau bisa di sebut dengan IGP.
OSPF terbagi atas dua :
single area untuk koneksi pada jaringan skala kecil dan Multi area untuk jaringan berskala besar

langsung kita buat topologi sederhananya :

























ada tiga hal yang perlu digunakan, yaitu :
1. mengaktifkan interface router yang akan mengirimkan paket-paket OSPF
2. konfigurasikan network yang akan di advertise menggunakan routing protokol ospf sekaligus menentukan area dimana network tersebut
3. karena kita menerapkan konsep single area, ini berarti kita hanya akan mengkonfigurasi backbone area (0.0.0.0)

nah, silahkan konfigurasi ip address pada router masing-masing, sama seperti pada postingan saya sebelum2nya.

untuk mengkonfigurasi routing protocol OSPF pada ketiga rourer, maka dapat menggunakan perintah berikut :

[admin@R1] > routing ospf interface add interface=ether1
[admin@R1] > routing ospf network add network 192.168.10.0/24 area=backbone
[admin@R1] > routing ospf network add network 10.10.10.0/30 area=backbone

[admin@R2] > routing ospf interface add interface=ether1
[admin@R2] > routing ospf interface add interface=ether2
[admin@R1] > routing ospf network add network 10.10.10.0/30 area=backbone
[admin@R1] > routing ospf network add network 10.10.10.4/30 area=backbone

[admin@R1] > routing ospf interface add interface=ether1
[admin@R1] > routing ospf network add network 192.168.30.0/24 area=backbone
[admin@R1] > routing ospf network add network 10.10.10.4/30 area=backbone

setelah dikonfigurasi interface routernya, maka untuk melihat apakah jaringan tsb telah mencapai kondisi convergence anda bisa melihat dengan menggunakan table routing pada masing2 router, seperti berikut :









dari tabel di atas, dapat kita lihat bahwa R1 telah mengetahui keberadaan remote networknya, kita juga bisa melihat keberadaan tabel "o" didepan entry kedua network tersebut menandakan bahwa R1 mengetahui kedua network tersebut melalui protocol routing OSPF dan kita juga bisa melihat routing protocol pada R2 dan R3.

anda juga bisa melihat area yang digunakan pada suatu router OSPF  dan melihat neighbor (tetangga) dari sebuah router.

sekian dulu, nanti disambung lagi :)
share is fun

Rabu, 15 Januari 2014

kemarin di facebook ada yang nanya sama saya, apakah dengan load balancing dengan 2 isp dapat mempercepat koneksi internet?
nah disini saya mau sedikit menjelaskan, walau ane juga masih belajar. heheheh

orang beransumsi load balance itu ketika kita menggunakan dua ISP dengan satu network yang kita miliki, contoh isp 1 bandwithnya 512 Kbps dan isp2 256 Kbps jadi 512 + 256 = 768 Kbps, apa bener hitungan load balance seperti itu?
tapi ketika cari dari berbagai forum dan milis atau google :p mereka mengatakan load balance merupakan teknik membagi beban kedalam beberapa jalur atau link. tujuannya supaya tidak ada link atau jalur yang mendapatkan beban yang besar daripada link atau jalur yang lain.
jadi bukan 512 + 256 = 768 bukan seperti itu,
melainkan 512 +  256 = 256 + 256 + 256
nah jika sudah demikian maka setiap jalur atau link network sama-sama memikul beban yang sama. hehehehe
owh ya sebetulnya ada banyak sih implementasi jaringan load balance ini, dan untuk masalah ISP entah itu menggunakan ISP yang sama maupun ISP yang berbeda.
sekarang kita belajar konsep load balance dalam jaringan lokal saja dulu untuk penerapan load balance pada koneksi internet ane akan bahas pada suatu saat nanti, tapi semoga implementasi load balancing ini akan menjadi dasar bagi agan yg akan menerapkan loadbalance di internet.

langsung kita buat topologinya yuk :



















topologi di atas sudah jelaskan tentang pembagian network addressnya :D
jadi langung ya kita konfigurasinya :
kita konfigurasi dulu semua interface router yangg memiliki ip address sesuai topologi

sekarang konfigurasi load balancingnya :

























nah atau agan mau konfigurasi via winbox, bisa juga di gns3 ini tapi gns3nya harus konek ke interface loopback gan :D

















Test PING











sekian dulu gan, dan silahkan dicoba :D

Selasa, 14 Januari 2014

kali ini saya akan membahas mengenai konsep routing protocol RIP, tapi biasanya perusahaan jarang ada yang menggunakan  routing RIP ini karena RIP banyak kekurangannya. RIP versi 1 juga akan terus dikembangkan menjadi RIP versi 2 dan RIPng (RIP Next Generation) tapi RIPng ini digunakan pada pengalamatan IPv6. dan RIP ini merupakan routing paling tua sekitar tahun 1988 dan v2 pada tahun 1994an.
tapi bukan berarti routing RIP di anggap jadul dan banyak kekurangan bukan berarti kita melewatkannya begitu saja. nah, untuk kita yang masih awam dalam teknik routing ane saranin belajar RIPv1 dulu. karena kesederhanaan configurasi RIP inilah yang akan justru mempermudah pembelajaran kita dalam menerapkan routing pada jaringan yang kita miliki.
karakteristik RIP adalah :
1. protocol routing distance vector
2. menggunakan jumlah lompatan network (hop count) sebagai matric routing
3.merupakan classful routing protocol
4. menggunakan split horizon, route poisoning, dan holdown timer untuk mencegah routing loop.
5. seraca default nilai administratif distance adalah 120.


oke langsung aja kita coba bikin LAB RIPv1 nya :D
kita buat topologinya seperti ini :
 

 kasih IP address masing2 interfacenya






 lalu configurasikan RIPv1pada router R1, R2, dan R3  Sebagai berikut :









cek Routing table dan Ping pada setiap router





















sekarang antar sw1, sw2 dengan sw3 bisa saling komunikasi, namun jika jaringan sedang sibuk sehingga router tidak mengenal router tetangganya tentu mereka tidak akan dapat berkomunikasi routing. jadi dengan demikian kita perlu menggunakan routing neighbor pada setiap router :








sekian dan silahkan di praktekin :D

Senin, 13 Januari 2014

halo gan, ane balik lagi, habis ngerjain tugas yg numpuk nih -_- dan juga mau lomba robotic :D
dalam jaringan ada dua konsep untuk membuat tabel routing ada dynamic dan ada static nah untuk static routing membuat table routing secara manual, static routing sangat pas di gunakan untuk menghubungkan beberapa router dan juga bisa dihematkan penggunaan bandwith.
static route harus menggunakan Ip destination address atau alamat ip yang dituju, nah dalam contoh kasus menggunakan router mikrotik seperti ini :

cloud sebagai ISP atau koneksi jaringan internet yang ane hubungin dengan jaringan adaptor loopback. Mirotik1 ane kasih 10.10.10.6/29 sedangkan yang mikrotik2 10.10.10.2/29 dan mikrotik3 10.10.10.3/29. IP Gatway loopback adalah 192.168.137.1
langsung aja konfigurasinya :
R1
[admin@R1] > ip address add address=192.168.137.2/24 interface=ether1
[admin@R1] > ip address add address=10.10.10.6/29 interface=ether2

R2
[admin@R2] > ip address add address=10.10.10.2/29 interface=ether1

[admin@R2] > ip address add address=192.168.1.1/24 interface=ether2
R3
[admin@R3] > ip address add address=10.10.10.3/29 interface=ether1
[admin@R3] > ip address add address=192.168.2.1/24 interface=ether2

Nah sekarang kita configurasi IP Destination-nya atau alamat tujuannya :
R1
[admin@R1] > ip route add dst-address=192.168.1.0/24 gatway=10.10.10.2
[admin@R1] > ip route add dst-address=192.168.2.0/24 gatway=10.10.10.3
nah untuk supaya terhubung ke jaringan internet kita bisa menggunakan
[admin@R1] > ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gatway=192.168.137.1
R2
[admin@R2] > ip route add dst-address=192.168.2.0/24 gatway=10.10.10.3
untuk terhubung ke router gatway/ISP
[admin@R2] > ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gatway=10.10.10.6
R3
[admin@R3] > ip route add dst-address=192.168.1.0/24 gatway=10.10.10.2
untuk terhubung ke router gatway/ISP
[admin@R3] > ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gatway=10.10.10.6
 

sekarang coba kita test ping :








lalu kita akan konfigurasi NAT karena router R1 sebagai pembatas antara jaringan local dan internet
[admin@R1] > ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 \ action=masquerade 

jangan lupa untuk kita beri DNS pada setiap router
[admin@R1] > ip dns set servers=8.8.8.8 allow-remote-requests=yes 
sekian silahkan coba ^_^

Mengenai Saya

Foto saya
Apa yang ada saya Tuangkan disini sebagai media pembelajaran saya| Revolusioner | Pekerja Keras dan belajar | Jawa,Republik Indonesia | @teguhsadana <> CCNA #425698715345BNVI <> JNCIA #G0EYZHES4F14K7X4 <> MTCNA #1509NA590
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!